Cari Orang Yang Tepat Untuk Membahas Masalah Keluarga


Tak jarang, pasangan pastinya membutuhkan orang lain untuk curhat tentang masalah rumah tangganya. Atau Anda hanya ingin membuat keributan atau dengan tujuan mencari jalan keluar dari masalah. Namun curhat tentang masalah suami istri tidak boleh dilakukan sembarangan. Karena masalah rumah tangga juga dapat mempengaruhi harga diri dan pribadi pasangan. Yang terbaik adalah merencanakan sebelumnya siapa yang harus dipercaya dan apa yang harus dihindari ketika mendiskusikan masalah perkawinan Anda.

Orang yang tepat untuk curhat masalah hubungan suami istri

Memberitahu orang lain tentang rumah tangga Anda yang bermasalah mungkin bukan yang diharapkan pasangan Anda. Namun, jika Anda merasa tidak bisa menyelesaikannya sendiri, tidak apa-apa membicarakan masalah hubungan Anda, selama Anda berbicara dengan orang yang tepat.

Sayangnya, orang yang diceritakan tentang masalah ini belum tentu bisa menjaga rahasia keluarga yang sedang bermasalah. Beberapa orang bahkan merasa senang jika kelurga Anda bermasalah dan dapat dengan mudah berbagi dengan orang lain. Oleh karena itu, sebaiknya suami istri tidak mempercayakan perusahaan kepada orang yang membocorkan rahasia.

Memilih pihak yang netral juga penting untuk dipertimbangkan. Jangan percayakan pernikahan Anda kepada seseorang yang telah berada di sisi Anda sejak awal. Apalagi mereka hanya mendengarkan cerita dari satu sisi.

Meskipun Anda mungkin merasa lega dan dimengerti, Anda secara tidak langsung memberi makan persepsi negatif tentang pasangan Anda. Bahkan ketika masalah rumah tangga diselesaikan, persepsi negatif dari orang-orang terdekat Anda masih bisa bertahan.

Plus, Anda tidak akan mendapatkan solusi yang baik jika orang yang Anda ajak bicara tidak dapat melihat masalahnya secara objektif. Jika masalah Anda serius, Anda mungkin tidak perlu mendengarkan teman, orang tua, atau saudara untuk membicarakan masalah perkawinan.

Anda mungkin memerlukan bantuan seorang profesional yang dapat membantu Anda dalam memberikan konseling pernikahan. Masalah dalam hubungan perkawinan umumnya bersifat umum dan sementara. Apalagi jika sebatas soal perbedaan pendapat atau soal kebiasaan yang perlu diubah. Masalah pernikahan seringkali dapat diselesaikan hanya dengan bersikap terbuka satu sama lain.

Ingin Anak Menjadi Mandiri ? Begini Cara Yang Tepat !


Memiliki anak yang mandiri adalah dambaan setiap orang tua. Bayangkan jika anak bisa membuat mengikat tali sepatu sendiri atau membersihkan mainan yang berserakan. Tentu Anda merasa bahagia sebagai orang tua bukan? Kabar baiknya adalah bahwa ada beberapa cara untuk membesarkan anak Anda menjadi mandiri dan tidak merengek yang dapat Anda coba, mulai dari belajar tanggung jawab hingga membiarkan mereka membuat keputusan sendiri.

Cara Untuk Mendidik Anak Jadi Mandiri

Anak mandiri tidak hanya bisa mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri, tetapi juga bisa membuat keputusan yang baik dan tahu apa yang membuat mereka bahagia. Oleh karena itu, ada beberapa cara mendidik anak di bawah ini agar menjadi cerdas dan mandiri.

  • Ajari anak-anak tanggung jawab yang dapat mereka ambil

Untuk membuat anak Anda mandiri, Anda bisa mengajarinya tanggung jawab. Tidak perlu tanggung jawab yang berat seperti masalah keuangan. Beri dia tanggung jawab yang ringan dan bisa dilakukan, seperti menyiapkan apa yang dia butuhkan sebelum pergi piknik.

  • Ajari anak mengambil keputusan sendiri

Cara mengajar anak mandiri selanjutnya adalah dengan mengajari mereka membuat keputusan sendiri. Jangan membuat keputusan sulit untuk anak Anda. Ajari dia untuk membuat keputusan ringan terlebih dahulu, seperti memilih makanan dari menu restoran. Biarkan anak memilih makanan yang ingin dia makan.

  • Lakukan rutinitas yang sama setiap hari

Salah satu cara mengajarkan anak mandiri dan berani yang bisa Anda coba adalah dengan melakukan rutinitas yang sama setiap hari. Dengan kebiasaan sehari-hari ini, si kecil akan belajar melakukannya sendiri.

  • Jangan lupa untuk memuji anakmu

Memberikan pujian ketika anak berperilaku baik juga merupakan cara yang efektif untuk mengajarkan anak menjadi cerdas dan mandiri. Karena dengan memuji dia, dia akan dengan senang hati berperilaku baik dan mengulangi kebiasaan baiknya. Misalnya, jika Anda melihat anak Anda membersihkan mainannya sendiri atau mandi.

  • Beri dia hadiah jika dia berperilaku mandiri

Namun, seiring bertambahnya usia anak, Anda juga bisa memberikan hadiah dalam berbagai bentuk. Misalnya, jika seorang anak ingin membersihkan kamarnya dan menyelesaikan pekerjaan rumahnya sebelum makan malam. Anda bisa membiarkannya bermain dengan teman-temannya di akhir pekan.

  • Ajari dia untuk memecahkan masalahnya

    sendiri

Anak-anak sering mengeluh kepada orang tua mereka ketika mereka memiliki masalah. Oleh karena itu, Anda perlu membekalinya dengan kemampuan untuk memecahkan masalahnya sendiri agar ia bisa mandiri. Biarkan anak memecahkan masalahnya sendiri sebelum melakukan intervensi.

Cara mengajarkan anak mandiri dan tidak pilih-pilih cukup efektif dan patut dicoba. Memiliki anak yang mandiri dapat mempermudah mengasuh anak, baik di dalam maupun di luar rumah. Namun, anak tidak bisa mandiri. Ia juga membutuhkan bimbingan dan bantuan dari orang tuanya untuk bisa mandiri.

Menjalin Kebersamaan Bersama Keluarga Wajib Dilakukan Loh


Untuk lebih menjalin keharmonisan dalam keluarga, setiap anggota keluarga harus selalu menjalin kebersamaan. Tidak harus mahal, tapi duduk satu meja dengan keluarga sudah cukup untuk membangun bonding yang baik antar anggota keluarga. Itulah mengapa penting untuk menambahkan kehangatan kekeluargaan dengan melakukan hal yang di bawah ini. Yuk simak artikel ini secara seksama.

Setiap anggota harus terbuka

Setiap anggota keluarga haruslah terbuka satu sama ya g lain. Jelas ini wajib dilaksanakan karena dengan keterbukaan, keluarga akan salin menolong satu sama yang lain. Apalagi bagi keluarga baru terutama bagi pasangan pengantin baru. Karena itu, usahakan selalu terbuka pada pasangan, jika Anda khawatir, katakan langsung pada pasangan. Namun, saat menyampaikan keluhan, Anda harus tetap tenang agar tidak terjadi diskusi.

Ajak keluarga untuk menonton bersama

Agar kebersamaan semakin mesra, luangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga, salah satunya dengan mengajak keluarga untuk nonton bareng. Anda tidak perlu pergi ke bioskop, cukup menyalakan televisi di rumah Anda akan membantu Anda menjalin ikatan dengan anggota keluarga lainnya. Jadi biar nonton makin seru, siapkan makanan favorit keluarga kamu.

Rekreasi bersama keluarga

Ingatlah untuk selalu membawa keluarga Anda untuk rekreasi outdoor dan perkotaan. Baik mengunjungi pantai atau tempat-tempat bersejarah. Mengapa ini wajib? Ya, tujuannya adalah untuk mendekatkan satu anggota keluarga dengan yang lain. Namun, sebelum melakukan rekreasi ini, cobalah berkonsultasi dengan anggota keluarga. Siapa tahu ada sanak saudara yang tidak bisa datang atau waktu yang tidak tepat untuk rekreasi.

Manfaat Menjalin Kebersamaan Dengan Keluarga

Selalu utamakan kebersamaan, itu akan membuat kamu merindukan keluargamu di kampung halaman. Tentunya kondisi ini membuat Anda tahan terhadap godaan yang datang dari luar.
Mengurangi perselisihan yang dapat timbul dalam keluarga sewaktu-waktu, baik yang disebabkan oleh hal-hal sepele maupun besar.

Anggota keluarga semakin dekat dan dekat. Pada awalnya, ayah dan anak tidak dekat karena jadwal mereka yang padat, jadi kebersamaan akan membuat mereka lebih dekat seperti prangko.

Beginilah Menjadi Ibu Rumah Tangga Yang Baik dan Benar


Kita sering melihat atau mendengar ungkapan yang jika direnungkan lebih dalam, memperkecil istilah ibu rumah tangga, seperti dengan menambahkan kata “sendirian” atau “sendirian”. Jika itu label orang lain, mungkin kita bisa memilih antara diabaikan atau dikoreksi. Tetapi jika kita tidak memikirkannya, kita perlu menyelidiki ini sekarang. Mengapa?

Pertama, menjadi ibu rumah tangga sebenarnya

Ini bukanlah pekerjaan atau profesi. Lebih khusus lagi, itu adalah peran. Tidak mungkin sebuah rumah tangga hanya memiliki peran ayah. Harus ada peran ibu.

Berdasarkan beberapa bukti, studi psikologi mengungkapkan bahwa kebanyakan dari kita merujuk pada ibu untuk karakter dan kepribadian dasar atau sifat dasar. Namun, ketika memilih profesi atau profesi, dengan beberapa koneksi, kebanyakan dari kita merujuk pada ayah. Ibu meletakkan fondasi dan ayah melanjutkan pembangunan.

Ada ibu yang bekerja di samping atau di luar rumah, itu lebih berkaitan dengan pilihan dan keadaan. Ada orang yang memilih untuk berkarir dan keadaannya mendukung. Tapi ada keadaan yang mendukung tapi tidak memilih. Ada orang yang memilihnya, tapi keadaan tidak mendukungnya.

Kedua, istilah seperti ‘sendirian’

Yang kita pilih untuk mewakili perasaan kecil, bukan kebanggaan, seperti suku cadang, dll, mempengaruhi dua hal yang paling mendasar, yaitu harga diri (bagaimana perasaan Anda tentang diri sendiri). ) dan citra diri (bagaimana Anda menilai diri sendiri). Kedua hal itu, ketika kualitasnya menurun, akan memperburuk perlakuan kita terhadap diri kita sendiri, hubungan kita dengan pasangan kita, atau pendidikan kita. Merasa ‘sendirian’ mengurangi dorongan kita untuk tumbuh dalam bentuk apa pun. Padahal, agar pikiran manusia menjadi sehat, hukum alam harus dikembangkan lebih lanjut, atau emosi, kecerdasan, mentalitas, dan sebagainya. Begitu berada di jalan buntu, dia akan melepaskan energi negatif.

Dengan merasa “sendirian” kita telah menciptakan ruang bagi mitra untuk memperlakukan dirinya sebagai bawahan atau juga tertinggal dalam mengikuti dinamika perkembangan mitra. Padahal, hal ini akan membuat hubungan menjadi kurang hangat, dialogis, dan sehat.

Dengan merasa “sendirian” kita akan kurang kreatif dalam mencari solusi permasalahan yang timbul dari dinamika anak. Padahal, dinamika anak menuntut kita menjadi guru sekaligus siswa.
Intinya, harus ada perlawanan terhadap perasaan yang bisa membahayakan perkembangan batin kita. Caranya tentu bukan berjuang secara lahiriah (suami, anak, keluarga), tetapi secara batin, agar hasilnya baik dan untuk kepentingan bersama.