Vitamin D Tidak Menjamin Lawan Virus Corona, Sebaliknya Dapat Berbahaya Buat Tubuh!

Kacaunya dunia saat ini berkat virus corona atau dikenal dengan COVID-19 ini masih menghantui semuanya sampai sekarang ini, dan semua orang selalu disarankan agar tetap menjaga kesehatan tubuh yaitu dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh dijamin akan dapat melawan atau tidak mudah terjangkit oleh virus berbahaya ini dan beberapa kali hal ini terbukti ampuh sampai sekarang.

Tetapi masih saja banyak orang yang tidak mengenal atau mengetahui dengan benar bagaimana sih meningkatkan sistem imunitas yang ada pada tubuh kita dengan baik dan benar? banyak orang menduga dengan mengkonsumsi suplemen atau vitamin dengan banyak sudah lebih cukup untuk itu, dan jenis vitamin yang cenderung dicari sampai sekarang adalah C serta banyak orang yang yakin juga vitamin D bisa melawan juga corona ini.

Kamu jangan sampai salah paham karena vitamin D itu tidak selalu memberikan hal baik terhadap kesehatan tubuh melainkan sebaliknya dapat berbahaya apabila dikonsumsi secara berlebihan loh, dan wajib kamu simak berikut ini fakta mengenai vitamin D semasa pandemi corona ini masih berlangsung.

1. Vitamin D secara berlebihan justru berubah jadi racun berbahaya

Sudah dikatakan sebelumnya vitamin D terlalu banyak di dalam tubuh akan berperan sebaliknya yaitu berakibat buruk bagi kesehatan, dimana menurut laman dari CNN menyatakan bahwa kalsium jenis racun akan mulai menumpuk di dalam aliran darah sehingga mengakibatkan efek seperti mudah kebingungan, detak jantung tidak stabil, tulang terasa nyeri bahkan ginjal kita bisa rusak.

2. Berapa dosis vitamin D yang paling tepat?

Penting untuk kamu ketahui juga bahwa vitamin D yang kamu perlukan itu hanya perlu sebanyak 600 IU/per harinya dan ini untuk segala usia yang berada di atas umur 4 tahun ya. Kemudian untuk lansia seperti 70 tahun keatas hanya cukup disarankan memasok vitamin D sebanyak 800 IU/per harinya. Umumnya di dunia kesehatan menilai ini yang sudah cukup untuk setiap orang, akan tetapi ternyata fakta menunjukkan setiap negara atau lokasi berbeda-beda sarannya ya.

Mulai sekarang jangan sampai salah dalam mengkonsumsi vitamin D ini agar tidak menjadi berlebihan dan justru menyebabkan kerugian terhadap kesehatan tubuh kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *